Akhir Tahun 2016, Berkunjung ke Gunung Galunggung di Tasikmalaya

Akhir Tahun 2016, Berkunjung ke Gunung Galunggung di Tasikmalaya - Bagi masyarakat Tasikmalaya dan sekitarnya tentunya sudah tidak asing lagi dengan Gunung Galunggung. Gunung Galunggung merupakan gunung merapi yang fenomenal di Indonesia. Gunung Galunggung pernah meletus sekitar tahun 80-an. Letusan tersebut menghasilkan kawah yang superbesar. Diameter kawah yang dihasilkan diperkirakan lebih dari 1 kilometer. Kawahnya juga memiliki kedalaman yang lebih dari 60 meter.

Pada 24 Desember 2016 saya berkesempatan untuk mengunjungi Gunung Galunggung. Ini karena teman kuliah dari Tasikmalaya saya bisa datang ke Gunung Galunggung. Kita masuk ke kawasan Gunung Galunggung ketika liburan akhir semester, sekaligus liburan akhir tahun 2016. Jadi ketika masuk kita dikenakan bayaran tiket masuk, parkir dan lain sebagainya. Sebenarnya bisa gratis, asalkan tidak pada masa liburan.

Akhir Tahun 2016, Berkunjung ke Gunung Galunggung Dulu di Tasikmalaya

Dari pintu masuk kawasan wisata Gunung Galunggung kita harus masuk lagi. Jaraknya juga lumayan jauh, beberapa kilometer harus masuk kedalam lagi dan jalanannya juga mendaki. Disarankan untuk menggunakan motor yang bertenaga. Kalau motornya loyo maka kamu harus siap-siap mendorong motor sampai keatas.

Setelah sampai diatas kamu bisa memarkirkan kendaraan di dekat warung tak jauh dari tangga menuju kawah Gunung Galunggung.

Jika kamu mendaki menuju ke atas maka disarankan untuk membawa perbekalan seperti minuman atau makanan ringan. Sesuai dengan pengalaman untuk menuju keatas itu lumayan melelahkan dan membutuhkan energi banyak. Air jadi sumber energi yang bisa kamu bawa ke atas menuju kawah Galunggung.

Singkat cerita akhirnya kita pun sampai ke atas kawah setelah melewati ratusan anak tangga. Butuh waktu beberapa menit untuk sampai ke puncak, tapi rasa badan ini terasa lelah sekali. Kita pun memilih untuk berbaring dan istirahat sejenak.

Setelah istirahat terasa cukup kita pun mulai untuk melanjutkan foto-foto sambil berjalan menuju dasar kawah. Menuju dasar kawah kita memilih jalur sebelah kanan, jalur tanpa tangga. Di jalur ini kita harus menuruni lereng kawah, kegiatan ini mirip dengan turun gunung. Jalurnya berbatu, terjal dan berpasir sehingga kamu harus berhati-hati agar tidak terjatuh.

Menuju dasar kawah kita membutuhkan waktu beberapa beberapa menit. Kita juga sering berhenti untuk istirahat sejenak. Tak lupa kita membawa air minum untuk perbekalan.

Setelah beberapa menit kita akhirnya sampai ke dasar kawah. Ternyata didasar kawah ada orang yang lagi camping. Kabar gembira juga, didasar kawah ini juga terdapat warung yang menjual air bersih, makanan ringan dan juga makanan berat. Jadi yang pergi ke sini tidak perlu khawatir kelaparan. Harganya cukup terjangkau untuk kantong wisatawan.

Ternyata dasar kawah Galunggung memiliki air yang bersih dan jernih. Jika dari atas akan terlihat kuning, ternyata bukan airnya yang kuning tetapi karena warna lumpurnya yang berwarna kuning. Dikawah juga sudah banyak ditumbuhi rumput dan beberapa pepohonan kecil. Karena pohonnya kecil jadi udaranya panas.

Kawah Gulung Galunggung berbeda dengan kawah gunung lain di Indonesia. Kawahnya cukup luas dan tidak mengeluarkan asap atau gas berbahaya. Jadi aman untuk dikunjugi.

Untuk mengabadikan momen kita berfoto, mengambil beberapa gambar dan merekam video. Setelah puas berjalan didasar kawah kita mampir ke warung untuk istirahat sejenak sambil membeli makanan dan minuman. Kemudian kita pun kembali naik dari kawah menuju ke atas lagi.

Jalur yang kita lewati ini banyak ditumbuhi oleh pepohonan. Jika daerah seperti ini rawan sekali. Ini bisa jadi tempat maksiat seperti mesum, pacaran dan kenakalan remaja lainnya. Selama kita melewati tempat ini setidaknya ada beberapa pasangan remaja dan dewasa lawan jenis yang nongkrong disini. Entah apa yang mereka perbuat. Hal ini tentunya didukung oleh ke adaan sekitar dan sepi dan wisatawan memang jarang yang kesini.

Untuk menuju keatas kita butuh waktu beberapa menit lagi dan cukup lelah juga. Intinya selama ketika di Gunung Galunggung kita sering turun naik lereng.

Selanjutnya kita memutuskan pulang dengan melewati tangga lagi yang jumlahnya sekitar 620 anak tangga. Ketika melewati tangga untuk pulang ada banyak wisatawan yang datang. Sebagian besar dari mereka adalah anak sekolah, remaja, dan ibu-ibu yang membawa anak mereka.

Kesimpulannya
Secara umum kawasan wisata Gunung Galunggung memiliki pemandangan alam yang bagus. Pemandangan tersebut mungkin akan semakin bagus jika dilihat pada malam hari, hal ini dibuktikan oleh beberapa foto di internet. Untuk saran, kawasan wisata Gunung Galunggung membutuhkan manajemen wisata agar lebih tertata dan teratur. Pengelolaan tempat wisata seperti sampah plastik, sarana dan prasana, dan lokasi rawan sebagai tempat maksiat.

*)