Berwisata ke Komplek Pura Besakih di Karangasem, Bali

Berwisata ke Komplek Pura Besakih di Karangasem, Bali - Pura Besakih merupakan sebuah komplek pura hindu yang terletak di Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali, Indonesia. Komplek Pura Besakih ini terletak dilereng Gunung Agung, Bali. Pura Besakih merupakan salah satu objek wisata religi yang populer di Bali.

Gunung Agung merupakan puncak tertinggi di Pulau Bali, sehingga suhu udara di Komplek Pura Besakih cukup dingin. Ada baiknya jika berkunjung kesini membawa perlengkapan seperti jaket yang tebal.Jika cuacanya bagus maka kamu bisa menikmati pemandangan, tapi kalau kurang bagus maka kawasan ini akan sedikit berkabut.

Komplek Pura Besakih terdiri dari 1 Pura Pusat (Pura Penataran Agung Besakih) dan 18 Pura Pendamping.

Dalam kompleks Pura Besakih, Pura Penataran Agung adalah pura yang terbesar yang menjadi induk untuk pura-pura lainnya di Pulau Bali.Lokasinya yang jauh diatas tentunya membutuhkan tenaga ektra untuk bisa sampai ke atas. Tapi ketika sudah sampai keatas maka penat dan lelahmu akan terbayar dengan suguhan pemandangannya.

Keberadaan bangunan fisik Pura Besakih di lereng Gunung Agung adalah sebagai tempat ibadah untuk menyembah Dewa. Gunung tersebut dikonsepsikan sebagai istana Dewa tertinggi. Berdasarkan informasi keberadaan Pura Besakih sudah ada jauh sebelum agama Hindu masuk ke Pulau Bali.

Lokasi Pura Besakih ini jarak lokasinya lebih kurang 65 km dari kota Denpasar yang menjadi ibukota Bali. Jika menggunakan mobil membutuhkan waktu kira 2 jam lebih. Jika pergi ke Pura Besakih maka kita akan mendaki dan jika pulang kita akan menuruni Gunung Agung.

Berdasarkan kabar dari CNN Indonesia ada informasi yang kurang baik, katanya di kawasan Pura Besakih ini sering terjadi pungutan liar atau pungli. Padahal di pos masuk kita sudah membayar sekian puluh ribu nantinya akan ada lagi pungutan lainnya yang jumlahnya berkisar antara 200 ribu hingga 500 ribu.

Untuk wisatawan asing jumlah punglinya lebih besar lagi berkisar antar 200 ribu hingga 1 juta lebih. Bisa diserahkan dengan mata uang dollar atau uang rupiah.

Dulunya pungutan liar ini sempat hilang, namun mereka kembali lagi beraksi. Oleh sebab itu perlu peran pemerintah daerah Bali dan juga Kementrian Pariwisata Indonesia, karena jika tidak diatasi maka bisa mencoreng nama baik pariwisata Indonesia khususnya Bali.

Selain itu pada bulan Desember tahun 2014 kami juga tidak jadi ke Pura Besakih karena banyaknya pungli. Bukan hanya orang dewasa terkadang anak-anak juga ikut serta.

Jika anak biasanya mereka meminta-minta pada para pengunjung, jumlah mereka juga cukup banyak. Mereka berjejer mulai dari tangga bawah hingga ke puncaknya. Ketika turun nanti juga diminta lagi oleh anak-anak disana. Bukan hanya cerita belaka, informasi ini didapatkan dari tour guide ketika kami berkunjung ke Bali. Tour giude ini merupakan warga Bali juga.