Berwisata ke Pura Tanah Lot, Tabanan, Bali

Berwisata ke Pura Tanah Lot, Tabanan, Bali - Pura Tanah Lot merupakan bangunan pura yang dibangun diatas karang, lokasinya terletak di pesisit pantai di Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Tabanan, Bali. Jaraknya sekitar 13 kilometer di sebelah selatan Kota Tabanan. Pura Tanah Lot dibangun di dua tempat yang berbeda. Satu terletak di atas bongkahan batu besar, dan satunya lagi terletak di atas tebing yang menjorok ke laut.

Di sebelah utara Pura Tanah Lot, dibangun pura lain yang dibangun di atas tebing yang menjorok ke laut. Tebingnya menghubungkan Pura dengan daratan dan berbentuk seperti jembatan. Pura ini disebut juga sebagai Pura Karang Bolong karena karangnya dibawahnya berlubang secara alami.

Lokasi Pura Tanah Lot ini ramai dikunjungi menjelang matahari terbenam. Menurut wisatawan Pura Tanah Lot merupakan lokasi terbaik untuk menikmati pemandangan menjelang matahari terbenam.

Dari lokasi parkir menuju pura terdapat banyak toko yang menjual berbagai macam oleh-oleh atau souvenir. Harga yang ditawarkan juga beragam dari yang mahal sampai yang murah. Dari yang ukuran besar sampai yang ukuran kecil bisa ditemukan disini.

Satu lagi, kalau membeli kamu harus "tega" menawar dengan harga terendah agar mendapatkan harga yang sesuai :D Barang yang bisa kamu temukan diantaranya kerajinan khas Bali misalnya patung, lukisan, kain pantai, baju pantai, topi pantai, kacamata, celana pantai, pernak – pernik, dan aksesoris.

Sebenarnya meskipun bukan sore hari, pada siang hari kawasan Pura Tanah Lot memang ramai dikunjungi. Biasanya pengunjung datang untuk sekedar mengunjungi, melihat pura, membeli oleh-oleh, duduk dan ada pula yang hanya foto-foto saja dengan lantar Pura Tanah Lot.

Pura Tanah Lot lebih ramai dikunjungi ketika ada acara keagamaan hindu seperti Galungan dan lain-lain. Pura Tanah Lot sendiri didirikan sebagai tempat pemujaan dewa penjaga laut.

Legenda Singkat Pura Tanah Lot
Menurut informasi dari Wikipedia berdasarkan legenda, pura Tanah Lot ini dibangun oleh seorang brahmana yang datang dari Jawa, yaitu Danghyang Nirartha yang berhasil menguatkan kepercayaan penduduk Bali dengan ajaran Hindu dan membangun Sad Kahyangan tersebut pada abad ke-16.

Pada saat itu, penguasa Tanah Lot yang bernama Bendesa Beraben menganut menganut aliran monotheisme merasa iri kepadanya karena para pengikutnya mulai pergi untuk mengikuti Danghyang Nirartha.

Bendesa Beraben kemudian menyuruh Danghyang Nirartha meninggalkan Tanah Lot. Danghyang Nirartha menyanggupi, tetapi sebelum pergi ia dengan kekuatannya memindahkan Bongkahan Batu ke tengah pantai (bukan ke tengah laut) dan membangun pura di sana.

Ia juga mengubah selendangnya menjadi ular penjaga pura. Ular ini masih ada sampai sekarang dan bisa kita lihat disana. Ular ini disebut sebagai ular suci oleh masyarakat setempat. Kita juga diperbolehkan untuk menyentuh ular tersebut dengan panduan dari bli yang menjaga ular tersebut.

Secara ilmiah ular ini termasuk jenis ular laut yang mempunyai ciri-ciri berekor pipih seperti ikan, warna hitam berbelang putih. Katanya ular laut ini mempunyai racun 60 kali lebih kuat dari ular cobra.

Akhirnya disebutkan bahwa Bendesa Beraben menjadi pengikut Danghyang Nirartha.

Lokasi Pura Tanah Lot

Pura Tanah Lot ini terletak di Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Tabanan. Sekitar 13 kilometer di sebelah selatan Kota Tabanan. Jika kamu dari bandara I Gusti Ngurah Rai, lokasi Pura Tanah Lot dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 1 jam lebih sedikit.

Untuk perjalanan kita bisa menggunakan taksi, tapi ini akan lebih mahal. Solusi lain yang bisa dipilih adalah sewa mobil atau cari teman traveling dari Bali untuk menemani perjalanan kamu di Bali.