Momen yang paling mendebarkan dan menyeramkan ketika naik pesawat

Momen yang paling mendebarkan dan menyeramkan ketika naik pesawat - Mungkin banyak orang yang diluar sana mengira bahwa naik pesawat itu enak. Tinggal duduk bisa sampai ke tujuan dengan perjalanan yang kurang dari 1 hari. Berbeda dengan mobil yang mana kita membutuhkan waktu berhari-hari, dengan pesawat dalam hitungan jam kita bisa sampai tujuan dengan cepat. Iya sih itu memang benar, tapi naik pesawat itu juga ada momen seram dan mendebarkan juga.

Momen yang paling mendebarkan dan menyeramkan ketika naik pesawat
Sumber: Freepik


Berdasarkan pengalaman saya, momen yang cukup mendebarkan adalah ketika pesawat mulai kehilangan daya angkat dengan tiba-tiba namun waktunya tidak lama. Kehilangan daya angkat ini adalah momen ketika pesawat seakan-akan turun dengan sendirinya. Jadi yang seharusnya pesawat berjalan normal namun pesawat sekan-akan turun. Ketika momen ini terjadi langsung saja jantung ini berdegup kencang, gugup dan seketika langsung berdoa.

Ditambah lagi hidupnya lampu tanda sabuk pengaman disertai dengan arahan dari awak kabin agar segera memasang sabuk pengaman. Pesawat seakan-akan bergetar dan sedikit bergoncang. Menurut saya ini paling seram nih. Kejadian ini agak mirip dengan turbulance namun tidak separah turbulance.

Momen ini pernah saya rasakan ketika penerbangan saya bersama Lion Air dari Jakarta ke Pekanbaru dan penerbangan dari Balikpapan ke Jakarta. Sejak kejadian penerbangan Jakarta Pekanbaru tersebut jika dipesawat saya selalu pasang sabuk pengaman untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan. Meskipun pesawatnya berjalan tenang ataupun bergoncang saya tetap pasang sabuk pengaman.

Dalam perjalanan Jakarta Pekanbaru saya saat itu sedang ditoilet pesawat. Untuk buang air kecil saja saya kesulitan untuk fokus. Untungnya saya laki-laki bisa buang air kecil sambil berdiri, kalau saja wanita yang ada di toilet tentunya akan susah buang air kecil dalam keadaan seperti itu. Setelah selesai buang air kecil, saya harus berpegangan ke kursi penumpang lain agar sampai ke tempat duduk saya dibagian tengah.

Singkat kata saya pun sampai ketempat duduk dan langsung ambil posisi aman dengan menggunakan sabuk pengaman. Ketika momen ini terjadi saya kira pesawatnya sedang persiapan turun dibandara Pekanbaru ternyata perjalanan pesawatnya masih jauh. Sejak saat itu setiap mau masuk ke pesawat saya selalu buang air kecil terlebih dahulu. Saya tidak mau terjebak didalam toilet lagi ketika pesawat sedang bergoncang seperti itu.